-->

Minggu, 28 Juni 2015


Resep pizza ini sebenarnya sudah lama menjadi incaran saya, karena anda tidak akan menemukannya di resto pizza manapun di Jakarta. Pizza dengan aneka macam topping seperti sosis, daging sapi cincang, pepperoni, daging asap, ayam, tuna, atau seafood lainnya, sudah sering kita jumpai. Tapi bagaimana jika pizza dengan topping telur yang dipecahkan di atasnya kemudian dipanggang? Hmm, pasti membuat rasa penasaran anda tergelitik karena ingin tahu seperti apa rasanya. Terus terang rasa penasaran saya sudah bukan tergelitik dan terkikik lagi melainkan sudah dalam taraf terkakak, namun baru tadi malam saya berani mencobanya. Itu pun setelah membaca kesana kemari berbagai artikel mengenai pizza dengan topping telur seperti ini. 

Kekhawatiran yang paling dasar adalah apakah adonan pizza bisa matang sempurna? Apakah telurnya bisa matang juga? Apakah rasa amis telur akan terasa? Apakah enak rasanya? Apakah ini dan apakah itu yang ujung-ujungnya tidak ada langkah berarti hanya sebatas meng-copy artikel dari mana-mana hingga memenuhi hard-disk notebook, dan tetap saja tidak ada secuil pizza pun yang tercipta. Jadi saya kembali ke moto awal: guru terbaik adalah pengalaman, practice makes perfect, just do it, not only talk but action, bla bla bla. Dan dengan berbekal ilmu meringankan tubuh saya pun melayang ke dapur, mengeluarkan segala jurus, dan senjata rahasia. Ciatt... jadilah pizza telur yang ternyata yummy!



Semua itu berawal dari saya melihat resep dan gambarnya yang terlihat menggiurkan di website Smitten Kitchen. Saya akui kualitas fotonya memang sangat bagus, namun memang pizzanya sendiri tampak lezat dan membuat saya berkelana mencari resep-resep serupa. Namun petualangan saya kembali lagi ke resep awal karena terlihat lebih menjanjikan. Membuatnya relatif mudah, sangat mudah menurut saya. Pizza ini tidak menggunakan aneka saus walaupun lain kali jika akan membuatnya lagi saya akan menambahkan saus di permukaannya. Maklum saja, lidah Asia saya tetap saja menyukai makanan yang tasty, spicy dan hot.  Adonan pizzanya mudah dibuat, hanya saja jika anda akan menyantapnya sekarang maka buatlah adonanya satu hari sebelumnya. Paling bagus malam sebelum tidur anda buat adonan pizzanya, kemudian masukkan ke kulkas. Besoknya, bisa pagi hingga malam, anda tinggal membentuk dan menata topping-nya. 




Nah, topping-nya ini sangat simple, terdiri atas keju, daging asap, telur dan sedikit cincangan daun bawang. Saya menambahkan potongan-potongan tomat cherry diatasnya agar terlihat berwarna. Seperti yang pernah saya katakan sebelumnya, dan sebelumnya di setiap artikel pizza yang saya tampilkan. Hentikan membeli pizza dan mulailah membuatnya sendiri di rumah karena sangat mudah, lezat, dan membuat hati anda puas serta keluarga anda bangga memiliki ratu dapur yang sempurna. Yuk kita lirik resepnya ^_^



Pizza Telur, Daging Asap, Tomat Cherry, & Keju

Resep diadaptasikan dari Smitten Kitchen - Breakfast Pizza[1] 


Bahan adonan pizza (untuk 2 loyang pizza):

- 220 gram tepung terigu protein tinggi (saya menggunakan Cakra Kembar)

- 1/2 sendok teh ragi instan (saya menggunakan Fermipan)

- 1 sendok makan minyak zaitun, bisa diganti minyak sayur biasa

- 1/2 sendok teh garam

- 150 ml air hangat

Bahan topping (untuk 1 loyang pizza, tambahkan menjadi 2 kali lipat jika anda akan membuat dua buah loyang pizza):

- 5 lembar daging asap, potong memanjang

- 3 butir telur ayam

- 1/2 blok keju Kraft mudah meleleh (sekitar 80 - 100 gram), parut atau cincang kasar. Bisa juga dicuil-cuil dengan jari tangan
- 2 sendok makan keju parmesan bisa diganti dengan cheddar parut.

- 1 batang daun bawang rajang halus
- 1 butir bawang merah rajang halus
- 8 buah tomat cherry belah dua


Cara membuat:
Membuat adonan pizza

1 hari sebelumnya, malam hari sebelum anda tidur....

Siapkan mangkuk, masukkan tepung terigu dan garam aduk rata, sisihkan.  Siapkan mangkuk kecil, masukkan air hangat kuku (pastikan air tidak terlalu panas, tandanya ujung jari anda cukup nyaman ketika dicelupkan ke dalamnya), tambahkan  ragi instan dan aduk rata. Biarkan selama 5 menit.

Buat lubang di tengah tepung, tuangkan campuran air+ragi dan minyak zaitun ke tengah lubang. Biarkan cairan terserap sebentar ke tepung, dengan menggunakan jemari tangan aduk adonan hingga tercampur dengan baik. Uleni adonan sebentar kira-kira 15 menit hingga halus, lembut dan kalis (tidak menempel di tangan) dan tidak menempel di dasar wadah. Adonan lembek dan lemas. Jika terasa sedikit lengket, olesi tangan anda  dengan sedikit  minyak dan lanjutkan menguleni adonan.  




Jika telah terbentuk adonan yang smooth, bagi menjadi dua bagian yang sama besarnya, bulatkan. Siapkan 2 buah plastik, beri 1/2 sendok teh minyak ke masing-masing plastik. Masukkan adonan, goyangkan plastik dan adonan hingga minyak melumuri adonan, ikat ujung plastik. Simpan di kulkas selama semalam.  

Keesokan harinya....

Panaskan oven di suhu 200'C, letakkan rak kawat di tengah oven. Oven harus dipanaskan setidaknya 30 menit sebelum pizza dipanggang.

Keluarkan adonan dari kulkas, biarkan di suhu ruang sebentar + 10 menit, dalam taraf ini adonan menjadi mengembang dan sangat lentur. 


Potong-potong daging asap dan goreng dengan 1 sendok makan minyak hingga kering dan crispy. Angkat, tiriskan dan serap kelebihan minyak dengan tissue dapur. 

Siapkan loyang datar, anda bisa menggunakan loyang  alumunium, loyang datar untuk memanggang kue kering (baking sheet) atau loyang besi seperti yang saya gunakan. Semua oke dan bentuk loyang tidak harus bulat. 
 
Taburi permukaan loyang dengan tepung, letakkan adonan di tengah loyang dan mulai tipiskan adonan dengan cara menekan-nekannya dengan ujung jari. Lebarkan hingga ketebalan yang anda inginkan. Saya suka kulit pizza yang crunchy dan crispy, kering dan tidak terlalu tebal. Karena itu saya membuatnya agak tipis (ketebalan 1 cm). 

Adonan pizza ini seharusnya untuk 2 buah loyang pizza, tapi karena saya menggunakan loyang dengan diamater 23 cm, maka adonan yang saya pakai lebih dari satu bulatan adonan.


Taburi permukaan adonan dengan keju Kraft mudah meleleh, daging asap, tomat cherry dan keju parmesan atau keju cheddar parut. Taburi dengan setengah bagian daun bawang + irisan bawang merah. Pecahkan telur di permukaan pizza, hati-hati saat memecahkan agar kuning telur tidak rusak. Saya terlalu bersemangat memecahkan telur sehingga satu kuning telur ikut hancur. 


Panggang pizza selama 20 - 30 menit, atau hingga roti kecoklatan dan telur mengeras dan matang. Anda bisa mengeluarkannya dari oven saat telur setengah matang, permukaannya terlihat masih basah. Karena saya suka telur yang matang sempurna maka saya memanggangnya hingga kuningnya mengeras. Keluarkan dari oven dan biarkan agak dingin dan potong-potong sesuai selera.


Tips: cara termudah memotong pizza adalah dengan menggunakan gunting, membuat pizza anda terpotong rapi dan topping tidak rusak.

Nah pizza ini sedap untuk sarapan atau camilan kala senggang, dan tentu saja jangan lupa... saus sambal botolan di samping anda ^_^.


Selamat mencoba!


Source:
Web Smitten Kitchen - Breakfast Pizza[2]

References

  1. ^ Breakfast Pizza (smittenkitchen.com)
  2. ^ Breakfast Pizza (smittenkitchen.com)

Source : http://www.justtryandtaste.com/2011/10/obsesi-roti-11-pizza-telur-daging-asap.html
 
Sponsored Links